PERPUSTAKAAN Universitas Kusuma Husada Surakarta (NPP : 3372052D2019200)

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Bumi Manusia
Penanda Bagikan

Text

Bumi Manusia


“Hidup bisa memberi segala hal pada setiap orang yang tahu dan pandai menerima.” (Pramoedya Ananta Toer)\\\\r\\\\n\\\\r\\\\nBumi manusia, buku pertama dari “Tetralogi Pulau Buru”. Menceritakan perjalanan seorang anak manusia berdarah pribumi dengan seluk beluk Eropa, Minke. Kisah yang bermula dari dunia pendidikan di sekolah HBS, sekolah bagi kaum totok (orang Eropa asli) atau Indo (campuran), atau si pribumi yang berkedudukan yang cukup tinggi. Minke tak pernah mengakui jaminan itu, Ia memperkenalkan dirinya sebagai Minke, tanpa nama keluarga, seorang pribumi. Dulu nama marga dianggap suatu hal yang sangat penting bagi kaum Eropa.\\\\r\\\\n\\\\r\\\\nDalam ukuran kaum pribumi, Minke dapat dikatakan sebagai seorang yang sangat maju bahkan kemampuan membaca dan menulisnya dalam Bahasa Belanda melebihi orang Totok. Hingga suatu ketika bersama seorang teman ia menuju rumah mewah. Di sanalah tinggal seorang wanita pribumi, namun tutur kata, tingkah laku, dan kepandaian seperti wanita Eropa. Dialah Nyai Ontosoroh, seorang ‘Nyai’ yang dianggap rendah, gundik, wanita simpanan orang Eropa yang tidak dinikahi secara resmi.\\\\r\\\\n\\\\r\\\\nMinke datang ke sana lalu berkenalan dengan anak gadis Nyai Ontosoroh, seorang gadis yang sangat cantik laiknya ratu. Kedatangan Minke mendapat dukungan dari Nyai Ontosoroh sebab Minke dirasa sebagai anak muda yang dapat dipercaya, akhirnya, Minke diminta untuk tinggal bersama mereka, hingga Minke jatuh cinta dan masuk menuju dunia pyloghinik sang ratu, Annelies Mellema. Di sisi lain, Annelies, ‘gadis bayi’ lemah dalam perihal cinta, bergantung dengan seseorang yang ia cintai.\\\\r\\\\nmamun memiliki ketangguhan dalam bekerja.\\\\r\\\\n\\\\r\\\\nPerjuangan luar biasa dilakukan Minke untuk mendapatkan Annelies, banyak rintangan tapi berhasil ditaklukkan, bersama guru pribadi, Nyai Ontosoroh yang mengajarkan banyak hal tentang kehidupan. Suatu ketika surat dari Pengadilan Putih membawa sang isteri menuju negeri jauh, entah sampai kapan atau bahkan selamanya.\\\\r\\\\n\\\\r\\\\nDi dunia pendidikannya, Minke dididik dengan cara berpikir orang modern yang paham akan kesetaraan sosial. Ia menentang perbudakan yang dilakukan oleh orang-orang sekitarnya. Ia menyuarakan ketidakpuasan atas permasalahan tersebut dengan menulis di surat kabar berbahasa belanda dengan menggunakan nama samaran, Max Tollenar. Akibat dari tulisan itu juga disebutkan Pram yang mana, sebuah tulisan dapat melahirkan kerusuhan.\\\\r\\\\n\\\\r\\\\nNovel ini ditulis saat Pram masih berada di Pulau Buru sekitar tahun 1975. Cerita ini berlatar Wonokromo, Surabaya, dan beberapa kota lain di Jawa Timur. Menggambarkan keadaan Indonesia di akhir 1800 hingga awal 1900 yang oleh sejarah kita tercatat sebagai masa awal Kebangkitan Nasional.\\\\r\\\\n\\\\r\\\\nTiap peristiwa disampaikan melalui deskripsi, tetapi ada beberapa yang dijelaskan secara langsung dari sang tokoh. Banyak tokoh-tokoh yang terlibat, pembaca harus memahami masing-masing karakter tokoh, nama-nama yang hampir mirip sehingga rawan kesalahpahaman.\\\\r\\\\n\\\\r\\\\nSetelah edisi pertama, ada rasa ingin segera melanjutkan buku kedua. Bahasa yang sederhana namun tidak membosankan serta alur yang digunakan mampu membuat pembaca untuk mengikuti jalan cerita. Banyak hal yang dipelajari dari buku ini, kepribadian bangsa berkulit putih, sebuah perjuangan, banyak kisah sejarah, layak dibaca semua kalangan, perjuangan yang tidak kenal lelah, melawanlah meski melalui lisan.\\\\r\\\\n\\\\r\\\\n\\\\r\\\\n“Dan tak ada yang lebih sulit dipahami daripada sang manusia. Itu sebabnya tak habis-habisnya cerita dibuat dibumi ini”.


Ketersediaan
#
Rak I : 800 - 899 Literature ( Kesusastraan ) (Rak.I) 899.221 3 PRA b c1.1
02112026002
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
899.221 3 PRA b c
Penerbit
Jakarta timur : Lentera Dipantara., 2011
Deskripsi Fisik
v.; 535 hlm.;20 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
979-97312-3-2
Klasifikasi
899.221 3
Tipe Isi
other
Tipe Media
Tanpa Perantara
Tipe Pembawa
volume
Edisi
Cet.17
Subjek
Fiksi Indonesia
Fiksi--Novel
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN Universitas Kusuma Husada Surakarta (NPP : 3372052D2019200)
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?