Text
Rumah Kaca
Kehadiran roman sejarah\\r\\nini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang\\r\\nberada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namun juga\\r\\nmengisi isu kesusastraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini.\\r\\nKarena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada kita\\r\\nuntuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dan dari sisinya\\r\\nyang berbeda. Tetralogi ini dibagi dalam format empat buku. Dan roman\\r\\nkeempat, Rumah Kaca, memperlihatkan usaha kolonial memukul semua\\r\\nkegiatan kaum pergerakan dalam sebuah operasi pengarsipan yang rapi.\\r\\nArsip adalah mata radar Hindia yang ditaruh di mana-mana untuk merekam\\r\\napa pun yang digiatkan aktivis pergerakan itu. Pram dengan cerdas\\r\\nmengistilhkan politik arsip itu sebagai kegiatan pe-rumahkaca-an. Novel\\r\\nbesar berbahasa Indonesia yang menguras energi pengarangnya untuk\\r\\nmenampilkan embrio Indonesia dalam ragangan negeri kolonial. Sebuah\\r\\nkarya pascakolonial paling bergengsi.
Tidak tersedia versi lain