Art Original
Pembelajaran TEORI DAN MODEL PROMOSI DAN PERILAKU KESEHATAN : Konsep dan Aplikasi
Era paradigma sehat dicanangkan oleh Presiden RI pada 1 Maret 1999 sebagai Gerakan Pembangunan Berwawasan Kesehatan, menjadi landasan visi, misi dan strategi pembangunan kesehatan. Secara makro, paradigma sehat berarti bahwa pembangunan semua sektor harus memperhatikan dampaknya dibidang kesehatan, minimal memberikan kontribusi pada pengembangan lingkungan dan perilaku sehat. Secara mikro paradigma sehat berarti bahwa pembangunan kesehatan harus menekankan pada upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif (Departemen Kesehatan RI., 2002).
Promosi kesehatan didefiniskan dalam Piagam Bangkok (WHO, 2005) sebagai "proses yang memungkinkan orang untuk meningkatkan kendali atas kesehatan dan determinannya, dan dengan demikian meningkatkan kesehatan". Departemen Kesehatan RI. (2000) mendefinisikan promosi kesehatan sebagai proses memberdayakan/memandirikan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya melalui peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan, serta pengembangan lingkungan sehat.
Promosi kesehatan merupakan proses sosial dan politik yang komprehensif, tidak hanya mencakup tindakan yang diarahkan untuk memperkuat keterampilan dan kemampuan individu, tetapi juga diarahkan pada perubahan kondisi sosial, lingkungan, dan ekonomi (WHO, 1998). Promosi kesehatan di abad 21 dicanangkan pada Deklarasi Jakarta (1997) mengidentifikasi lima prioritas: mempromosikan tanggung jawab sosial untuk kesehatan, meningkatkan investasi untuk pengembangan kesehatan, memperluas kemitraan untuk promosi kesehatan, meningkatkan kapasitas masyarakat dan memberdayakan secara individu, serta mengamankan infrastruktur bagi pendidikan dan promosi kesehatan.
Sejumlah tinjauan sistematis menunjukkan bahwa penggunaan teori dan model dalam menyusun intervensi promosi dan perilaku kesehatan dapat efektif daripada intervensi yang dikembangkan tanpa teori. Tanpa teori, pengetahuan akan menjadi kumpulan data, statistik, dan pengamatan tanpa koherensi atau pemahaman. Pengetahuan tidak ada gunanya tanpa pemahaman. Pengetahuan diperoleh melalui penelitian, sementara pemahaman diperoleh dengan teori, sebagai hubungan timbal balik. Praktik harus mengarah pada teori, teori harus mengarah pada penelitian, dan penelitian harus mengarah kembali ke praktik.
Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman implementasi program promosi dan perilaku kesehatan selama 25 tahun bekerja di Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat (1983-2008). Sementara itu teori diperoleh dari studi lanjut Program Doktor (S3) Program Studi Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat Minat Promosi Kesehatan Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (2012 dan Sandwich-Like Program di University of Wollongong Australia.
| 14012026617 | R.562.1 END p c1.5 | Tandon (Rak Tandon) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
| 14012026618 | 562.1 END p c2.5 | Rak F : 500 - 599 Natural Science and Mathematics ( Ilmu - Ilmu Alam dan Matematika ) (Rak F) | Tersedia |
| 14012026619 | 562.1 END p c3.5 | Rak F : 500 - 599 Natural Science and Mathematics ( Ilmu - Ilmu Alam dan Matematika ) (Rak F) | Tersedia |
| 1401202026620 | 562.1 END p c4.5 | Rak F : 500 - 599 Natural Science and Mathematics ( Ilmu - Ilmu Alam dan Matematika ) (Rak F) | Tersedia |
| 1401202026621 | 562.1 END p c5.5 | Rak F : 500 - 599 Natural Science and Mathematics ( Ilmu - Ilmu Alam dan Matematika ) (Rak F) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain