Art Original
Bangunan Pintar Dasar Aplikasi Otomasi Bangunan dan Kecerdasan Buatan
Perkembangan yang cepat di bidang teknologi informasi telah menghela sistem otomasi bangunan dan sistem bangunan pintar berkembang secara luar biasa. Di sisi lain, krisis energi dan kebutuhan pengelolaan bangunan yang lebih efisien, efektif, yang sesuai dengan fungsinya menjadi pendorong utama perkembangan otomasi bangunan dan bangunan pintar. Devais kontrol diintegrasikan dalam satu kesatuan manajemen yang terpadu yang saling “terkoneksi” satu dengan lainnya melalui kabel atau di era sekarang lebih banyak dengan internet; yang mengutamakan penggunaan bersama sumber daya yang ada telah sangat memudahkan penyelenggaraan tugas dan fungsi bangunan secara efisien, efektif, dan benefit. Dalam otomasi bangunan aplikasi sistem kontrol bangunan memerlukan pengetahuan dasar tentang sensor, transduser, aktuator dan mikrokontroler serta proses apa saja yang harus dilakukan. Aplikasi otomasi bangunan beserta penjelasan sensor, transduser, aktuator dan mikrokontroler dalam buku ini memberikan kemudahan para pembaca untuk mengetahui dengan baik aplikasinya. Otomasi devais pembayangan yang diterapkan pada jendela dan penyemprotan air di permukaan atap bangunan sebagai upaya untuk menjaga tingkat kenyamanan termik dalam ruangan, yang merupakan hasil penelitian, diuraikan juga dalam buku ini. Kecerdasan buatan terutama untuk pemecahan masalah termasuk dalam model aproksimasi atau yang dinamakan soft computing telah banyak diaplikasikan di semua bidang, bukan saja di bidang AEC (architecture, engineering, and construction) atau keteknikan pada umumnya.
Pemahaman kecerdasan buatan serta aplikasinya seperti sistem pakar, logika fuzzy, jaringan saraf tiruan, dan algoritma genetika, diuraikan dalam buku ini yang akan memberikan gambaran terhadap aplikasi terkini maupun potensi aplikasi di masa depan. Masih banyak persoalan dalam bidang AEC memerlukan pemecahan masalah dengan model aproksimasi (approximate models) seperti itu. Hasil penelitian mengenai aplikasi jaringan saraf tiruan dalam membantu menghitung koefisien kecepatan aliran udara dalam ruangan akibat pengaruh dari konfigurasi bukaan di inlet dan di outlet bangunan diuraikan dalam buku ini. Demikian halnya bagaimana sifat dan perlakuan terhadap data yang digunakan: basis data dan fitur, normalisasi data; baik pada tahapan membelajarkan (training) sampai tahapan generalisasi model jaringan. Sekelompok bangunan dan kawasan akan membentuk suatu kota, kota cerdas bukanlah suatu tujuan tapi dia hanyalah alat untuk mencapai suatu kota yang nyaman dihuni. Pada bab terakhir seakan merupakan bagian kontemplatif terhadap arsitektur dan kota; yang memerlukan perubahan arah dan wajah yang lebih humanis dan berkelanjutan. Sebagai pemandu atau alat perencanaan dapat digunakan indikator lingkungan binaan berkelanjutan yang dapat dijumpai pada bab terakhir buku ini.
| 20042026018 | 690 JEF b C1.3 | Tandon | Tersedia |
| 20042026017 | 690 JEF b C2.3 | Rak G : 600 - 699 Technology and Applied Sciences ( Teknologi dan Ilmu-Ilmu Terapan ) | Tersedia |
| 2004202601801 | 690 JEF b C3.3 | Rak G : 600 - 699 Technology and Applied Sciences ( Teknologi dan Ilmu-Ilmu Terapan ) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain